Jumat, 25 Februari 2011

Formi Parongpong Gelar Festival Permainan Tradisional

NGAMPRAH, (PRLM).- Sebagai upaya untuk melestarikan kebudayaan tradisional, Federasi Olah Raga Rekreasi Masyarakat Indonesia (Formi) Kecamatan Parongpong bekerja sama dengan pemerintah setempat akan menggelar festival kesenian dan permainan tradisional di Lapangan Detasemen Kavaleri Berkuda (Denkavkud), Kecamatan Parongpong, Kabupaten Bandung Barat, Sabtu (26/2). Festival ini rencananya akan diikuti tujuh ribu warga dari tujuh desa di Kecamatan Parongpong.
Festival tersebut akan diisi dengan parade kesenian tradisional dari tujuh desa di Kecamatan Parongpong. Kesenian yang akan ditampilkan di antarnya jaipongan, sisingaan, dan pencak silat. Sementara penampilan sejumlah permainan tradisional yang juga akan memeriahkan acara ini di antaranya rorodaan, egrang, dan kukudaan. Festival ini rencananya akan dibuka langsung oleh Bupati Bandung Barat, Abubakar serta dihadiri perwakilan dari pemerintah Provinsi Jawa Barat serta Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata.
Camat Parongpong, Slamet Nugraha mengatakan, festival kesenian dan permainan tradisional itu merupakan yang pertama kalinya digelar di Kecamatan Parongpong. Menurut dia, kegiatan itu bertujuan untuk menghidupkan kembali kebudayaan Sunda yang kini cenderung pudar.
"Sekarang ini budaya Sunda sudah tersingkirkan oleh kesenian modern. Remaja dan anak muda saat ini juga lebih menggandrungi musik modern daripada musik tradisional," katanya di Parongpong, Jumat (25/2).
Kondisi lingkungan saat ini, menurut Slamet, menjadikan permainan tradisional jarang dimainkan oleh anak-anak. Mereka lebih mengenal jenis permainan yang bersifat elektronik dan digital. "Permainan tradisional seolah-olah tersingkirkan dari lingkungan anak-anak karena tergerus oleh permainan modern," ujarnya. (A-192/das)***

Minggu, 13 Februari 2011

Kode Pos di 15 Kecamatan di kab. Bandung Barat



Top of Form
Cari Kode POS atau Nama Daerah
Bottom of Form
11 Februari 2011  

» Dasar Hukum : .
» Range Alokasi Kode POS : 403 xx - 405 xx
» Range Realita Kode POS : 40391 - 40566
» Jumlah Kecamatan/Distrik : 15
» Jumlah Desa + Kelurahan :
165

» di Provinsi :

Jumat, 11 Februari 2011

Objek Wisata di Parongpong

Parongpong adalah salah satu Kecamatan di  Kabupaten Bandung Barat yang memiliki objek wisata yang sangat alami dan mengagumkan selain iklimnya yang sejuk karena berada di kaki gunung tangkuban perahu, sebagian besar  penduduk bermata pencaharian sebagai Petani Bunga & Holtikultura, serta Peternak, yang banyak memanfaatkan dan mengoptimalkan sumber daya alam dalam kehidupan kesehariannya. 
inilah beberapa objek wisata yang ada di Kec. Parongpong

1. Taman Bunga Cihideung
2. Wisata Kuliner Kampung Daun
3. Wisata Belanja dan Bermain Kampung Gajah
4. Kampung Jadoel
5. Wisata Cafe The Peak
6. Wisata Outbond CIC
7. Kampung Stroberry
8. Villa Istana Bunga
9. Cafe Sapu Lidi
10. Perkebunan Teh sukawana
11.Curug Panganten
12. Wisata Kuda Kavalerri
13. Water Boom ( segera Realiss)
Silahkan bagi rekan-rekan semua yang penasaran dengan objek wisata di Kecamatan Parongpong ini  bisa mngunjunginya beberapa tempat diatas sebagai alternatif tujuan rekreasi anda .

Wisata Taman Bunga Cihideung Parongpong

Taman Bunga Cihideung


Selalu menyenangkan ketika sampai ke daerah Cihideung Kecamatan Parongpong Kabupaten Bandung ini. Lembah-lembah di celah perbukitan tempat kerumunan pepohonan tropis, kini bertambah fungsinya menjadi area pembibitan tanaman hias,industri tanaman hias dan outlet-nya memegang peranan penting dalam menciptakan pesona kawasan ini.
Industri wisata, taman dan tanaman hias Cihideung, lokasinya sekira 4,7 km dari tikungan jalan Setiabudi-Sersan Bajuri tadi dengan ketinggian sekira 1.100 meter di atas permukaan laut.
Pekarangan rumah-rumah penduduk nyaris tak ada yang ”menganggur”, selalu ada polybag-polybag berisi tanaman hias. Sekira 80% dari penduduk desa ini memang berprofesi sebagai petani bunga, baik bunga potong maupun bunga tanaman hias. Namun sebagian besar menanam tanaman hias yang dipasarkan di seantero negeri, terutama untuk kota besar terdekatnya seperti Bandung dan Jakarta.
Cihideung merupakan surga bagi para penyuka dan pemburu tanaman hias. Kontraktor pertamanan akan memilih langsung memborong tanaman dari petaninya dalam jumlah besar, karena harganya bisa cukup miring. Sama halnya seperti dekorator ruang pernikahan, tempat ini menjadi klien penting untuk menyewa dan membeli taman instan. Banyak wisatawan mengakui, tempat ini mampu menetralisasi letih yang menggigit pada hari-hari kerja. Pada masa-masa libur, banyak wisatawan domestik yang menyerbu Kota Bandung, Cihideung pun kecipratan gempuran pelancong. Sehingga kawasan ini tumbuh dan berkembang sangat pesat. Semenjak warga desa ini mulai membudidayakan tanaman hias dan bunga potong, nama desa ini menjadi harum. Tahun 1990-an adalah waktu titik tolak maraknya wisata bunga di sini. Aneka jenis tanaman dijual. Bukan hanya produk lokal, mereka juga membeli benih-benih dari luar negeri yang dikembangkan di kawasan yang berhawa sejuk ini. Pangsa pasar tanaman hiasnya sangat menjanjikan. mulai dari kebutuhan rumah tangga, gedung, kafe, hotel, dan untuk dekorasi pesta. Untuk pasar bunga potong, kerap kali membeludak di masa-masa hari raya, Natal dan tahun baru.
Tanaman hias ini juga sebagai bahan pasokan showroom tanaman hias di Kota Bandung. Bandung memiliki kawasan jual tanaman hias di Taman Cibeunying (dekat Cilaki-Cisangkuy). Di Tegallega, Sarijadi, Ujungberung, Jalan Soekarno Hatta-Buahbatu, Kiaracondong, Kopo, dan banyak lagi. Sementara untuk pasar bunga potong, beberapa tempat seperti di Jalan Wastukencana, Astanaanyar, Jalan Pandu dan pasar kembang tikungan Jalan Palasari Bandung, sudah banyak dikenal.
Semarak warna mempercantik pagi di kecamatan Parongpong, Desa Cihideung. Aroma bunga dan dedaunan serta rumput menelusup ke urat darah dan pernapasan, segar lahir dan batin. Banyak wisatawan memilih bermalam di salah satu vila atau penginapan di kawasan Bandung Utara. Bagi mereka adalah kesempatan emas penuh kesan, jika diisi dengan jalan kaki menyusuri Jalan Sersan Bajuri.
Ada yang mengenakan baju olah raga, menyusuri pagi. Tampak beberapa wanita singgah di tiap-tiap outlet tanaman hias. Dengan berjalan kaki, setiap penjual dapat mereka singgahi. Sambil gerak badan, seorang ibu menjelaskan alasannya berjalan kaki. Tawar -menawar tanaman bisa terjadi. Jika tahu harga, biasanya kita dapat mengetahui apakah harga yang ditawarkan terlalu mahal atau tidak.
Aneka jenis geranium ditata dalam warna-warna mencolok mata. Anggrek juga dijual di kawasan ini. Hampir semua jenis tanaman hias yang sedang tren dapat dibeli di sini. Jika membeli dalam partai besar, harganya bisa jauhlebih miring. Bonsai-bonsai dengan bentuk menarik, yang mungkin usianya sudah belasan tahun, bahkan lebih, juga dijual di sini. Teknologi penyambungan dan okulasi , penyangkokan , tampak amat dikuasai pengrajin tanaman hias. Cemara udang , adenium atau kamboja Jepang dan aneka jenis kamboja yang tengah menjadi tren pertamanan dikembang biakkan.

Jumat, 04 Februari 2011

KABAR-KABARI KARYAWANGI PARONGPONG KAB. BANDUNG BARAT: BANTUAN PERPUSTAKAAN SD DI KEC. PARONGPONG KAB. BA...

KABAR-KABARI KARYAWANGI PARONGPONG KAB. BANDUNG BARAT: BANTUAN PERPUSTAKAAN SD DI KEC. PARONGPONG KAB. BA...: "BANTUAN PERPUSTAKAAN SD DI KEC. PARONGPONG KAB. BANDUNG BARAT Contoh banguan perpustakaan yang belum selesai &nbsp..."

BANTUAN PERPUSTAKAAN SD DI KEC. PARONGPONG KAB. BANDUNG BARAT

BANTUAN PERPUSTAKAAN SD DI KEC. PARONGPONG KAB. BANDUNG BARAT
 Contoh banguan perpustakaan yang belum selesai

           Pada tahun ini SD Negeri di Kec. Parongpong mendapatkan bantuan perpustakaan sekolah , seorang guru mengatakan ada 10 SD yang mendapatkan bantuan perpustakaan sekolah dengan dana kurang lebih Rp. 200Juta ini langsung di kelola oleh pihak atas, bahkan buku perpustaannya sudah ada di sekolah masing masing meskipun ada sebagian sekolah yang mengatakan bukunya kurang.
           Bangunan perpustakaan  ini di kelola oleh sebuah cv tapi beberapa minggu ini pembangunan perpustakaan banyak yang terhenti dikarenakan kehabisan modal katanya dan ada beberapa tukang bangunannya tidak dibayar seperti yang dituturkan oleh seorang guru dan kepala sekolah sebuah SD (yang namanya tidak mau di sebut ) kata mereka pembangunan perpustakaan ini tidak sesuai dengan rencananya contohnya dalam pemasangan pondasi bangunan yang hanya menggunakan semen tiga sak, pemasangan besi, bukan besi 12 tapi besi 8, adukan nya sangat kurang semennya, jadi kalau pun selesai bangunan tersebut bisa membahayakan anak didik katanya, masa dengan biaya yang sangat besar dengan hasil seperti ini, alangkah disayangkan bantuan tersebut dengan keadaan seperti ini .

Senin, 24 Januari 2011

Parongpong Kembali Longsor

30 Nov 2010


Jln. Sersan Bajuri Sepanjang 200 Meter Masih Ditutup
NGAMPRAH. (PR).-
Pembersihan tanah longsor yang menutup Jalan Sersan Bajuri di sekitar RT 2 RW 9 Kp. Pasir Sereh, Desa Cihi-deung, Kec. Parongpong, Kab. Bandung Barat, segera dilakukan setelah longsor kembali menerjang kawasan itu, Senin (29/11) siang. Pembersihan longsoran tanah dilakukan secara bertahap, sambil menunggu hasil kajian tanah dari Bidang Pertambangan dan Energi Dinas Bina Marga dan Pengairan (DBMP) Kab. Bandung Barat.
Kepala DBMP Kab. Bandung Barat Giat Sugiawan menuturkan, pembersihan longsor akan dilakukan secara hati-hati menggunakan loader yangsudah dipersiapkan. "Daripada loader itu didiamkan, lebih baik digunakan untuk membersihkan longsoran tanah sedikit demi sedikit," ujarnya.
Berdasarkan pemantauan "PR", longsor kembali terjadi Senin kemarin sekitar pukul 13.30 WIB, menimpa salah satu kios yang sebelumnya juga telah tertimbun longsor. Longsor terjadi akibat hujan deras yang mengguyur tanah Bukit Pasir Sereh yang retak di beberapa titik. Longsoran tanah juga menimbun halaman parkir sepanjang enam meter di salah satu rumah makan di depannya.
Giat mengatakan, pihaknya telah mencoba menghubungi Pusat Vulkanologi dan Mitiga-si Bencana Geologi (PVMBG) untuk melakukan pengkajian mengenai kondisi tanah di Bukit Pasir Sereh. Menurut dia, dari pengkajian itu diharapkan dapat ditentukan solusi terbaik untuk penanganan longsor. "Namun, PVMBG menyarankan agar pengkajian dilakukan pemerintah setempat. Akhirnya, kami menurunkan bidang pertambangan dan energi untuk melakukan pengkajian," tuturnya.
Pengkajian tanah longsor itu, menurut Giat, diperkirakan berlangsung dua hari. Selama beberapa hari ke depan, menurut dia. Jalan Sersan Bajuri sepanjang 200 meter di depan tanah longsor terpaksa ditutup. Untuk jalan altematif,kendaraan yang menuju Parongpong dialihkan melalui perumahan warga, sementara yang menuju Ledeng dialihkan melalui jalan desa.
Kepala Desa Cihideung, Ayi Sudrajat mengaku siap mengerahkan warganya untuk membersihkan longsoran tanah setelah ada instruksi dari Pemkab Bandung Barat. Menurut dia, para pemilik lahan di depan Bukit Pasir Sereh telah menyetujui pembuangan longsoran tanah ke lahan mereka. "Jadi longsoran tanah tidak usah diangkut lagi, tinggal digusur saja ke bawah," katanya.
Sementara itu, dua kios dan satu rumah makan di sekitar tanah longsor tidak beroperasi pascalongsor. Menurut pemilikkios, Oyok (45), semua barangnya telah diangkut dan kiosnya kini dibiarkan kosong. "S,aya takut terjadi longsor lagi dan menimpa kios saya," katanya. Damkar siaga
Kepala Unit Pelaksana Teknis Dinas Pemadam Kebakaran Kab. Bandung Barat Dadang Dahyar mengatakan, selama potensi longsor di Pasir Sereh masih besar, petugas Damkar akan siaga 24 jam di wilayah tersebut.
"Selain menyiagakan personel, Dinas Pemadam Kebakaran juga menyiapkan satu unit mobil pemadam kebakaran di kawasan tersebut untuk pembersihan tanah sewaktu-waktu," kata Dadang. (A-192/A-168)***

Sabtu, 22 Januari 2011

PUSKESMAS PERCONTOHAN DI AREA DESA KARYAWANGI

 Puskesmas percontohan di desa Karyawangi yang hampir rampung ini katanya menelan biaya 600 juta menurut berita kabar setempat. 
Puskesmas ini terdiri dari 2 lantai dengan pasilitas rawat inap dan dilengkapi rumah dinas, Puskesma ini berada di jalan RT 01 RW 06 Desa Karyawangi Kec. Parongpong Kab. Bandung,  
Areanya di belakang kantor Desa Karyawangi, 

selain Puskesmas akan direncanakan pembangunan lain seperti gedung sekolah , gedung Polsek dan yang lainnya,

Senin, 17 Januari 2011

BUPATI BANDUNG BARAT DITUNTUT REALISASIKAN PEMBANGUNAN INFRASTRUKTUR JALAN OLEH MASYARAKAT KEC.PARONGPONG

Parongpong KBB, Jelajah News.
Pembangunan Infra Struktur jalan jalur alternative yang  ada di Kec. Parongpong diantaranya   Cihanjuang –Sariwangi-Ciwaruga-karyawangi merupakan skala prioritas program pembangunan  KBB, karena lintassan tersebut merupakan jalur alternative lintasan dari arah Cimahi- Kec. Parongpong ke arah kota Bandung  yang merupakan jalur penunjanng agro bisnis dan agrowisata Penduduk Kec. Parongpong yang sudah begitu lama dan lelah menunggu hasil realisasi janji bupati KBB yang pernah di muat  pada salah satu media lokal KBB Medium Berseka Edisi 165 akhir 2009 , dalam acara "Gebyar PNPM" yang digelar di desa Cihanjuang Kec. Parongpong.bupati KBB menjanjikan perbaikan Infra struktur jalan utama penyambung kota CImahi – Kota Bandung akan diperbaikai  pada pertengahan 2010, namun hasilnya belum terealisasi.
Menurut Kepala Desa Karya Wangi Agus Ratmadi mengatakan,” Jln Karyawangi mempunyai sekitar 2 km ruas jalan yang kondisinya sudah rusak dan berlubang,dan pihaknya sudah berupaya mengajukan melalui program Musrembang namun sampai saat berita ini dimuat belum ada informasi yang jelas.” Dan hal senada diungkapkan oleh salah seorang  warga desa Karya wangi A’an yang beralamat RT 01 RW7  mengungkapkan akan pentingnya perbaikan jalan yang ada di wilayah Desa Karyawangi Kec. Parongpong selain jalan yang rusak dan berlubang menurutnya jalan tersebut sangat penting karena disamping sebagai penunjang  sarana tranfortasi  yang dapat mempermudah sarana sirkulasi perekonomian masyarakat aman dan lancar terutama dapat meningkatkan daya tarik wisata alam /bunga desa Karya wangi khususnya.


skala prioritas
Jalan utama desa Karya Wangi merupakan program utama dan menjadi skala prioritas bagi desanya,” Bagi desa Karya Wangi, lebih baik tidak mendapatkan program lain dari pada jalan rusak,ditambah sekarang sedang di bangun Puskesmas Kec.Parongpong yang segera tuntas kemungkinan sekitar awal tahun 2011  sudah selesai.” Ungkap Agus Ratmadi.
Perhatian yang begitu mendalam bagi kades yang satu ini akan pembangunan Infrastruktur khusunya jalan Utama Desa Karya wangi karena selain penunjang kelancaran Ekonomi masyarakat  Ia juga berharap dengan adanya perbaikan jalan tersebut dapat mempermudah akses wisata alam bunga yang ada diwilayahnya. Dan harapannya tersebut ternyata mendapat respon positip dari Camat Parongpong Drs. Slamet Nugraha, walaupun pada kenyataanya respon positip  tersebut belum ada tindak lanjut dari pihak kecamatan sebagai upaya realisasinya. padahal pembangunan Puskesmas Kec. Parongpong yang berlokasi tepat dibelakang Kantor Desa Karya Wangi tak lama lagi tuntas. dan sampai saat berita ini di muat belum ada kabar yang menggembirakan.
Belasan tahun rusak berat
Warga Masyarakat desa Sariwangi menuntut agar segera ada perbaikan jalan desa Sariwangi dan saluran drainase sepanjang jalan depan desa Sariwangi karena bila dimusim penghujan saat ini selain jalan rusak saluran air tidak ada akibatnya air menggenangi sepanjang jalan dan menurutnya sudah belasan tahun jalan Depan Desa Sariwangi belum mendapatkan perbaikan,  Hal Tesebut dibenarkan Oleh kepala desa Sariwangi Drs. E Darmawan yang juga ketua APDESI Kec. Parongpong menurutnya pernyataan warganya tersebut merupakan hal yang wajar karena mungkin sudah bosan dengan janji yang tak kunjung terealisasi.
Menurut Drs. E Darmawan, Kepala desa Sariwangi, “ warga desa Sariwangi mengharapkan bentuk kongrit dari pemerintah KBB untuk segera memperbaiki jalan raya utama desa Sariwangi yang menghubungkan kota Bandung-Cimahi dikarenakan sudah belasan tahun  jalan tersebut dibiarkan rusak sehingga memerlukan perbaikan yang serius dari pemerintah KBB dan benar benar menjadi skala prioritas”, disingggung mengenai bahaya longsor di wilayah desa Sariwangi Pemerintah KBB diharapkan melakukan tindakan preventive agar kejadian tersebut tidak terulang lagi dikemudian hari salah, satu solusinya yaitu saluran air sepanjang jalan tersebut  mendapatkan perbaikan permanen.sebagai upaya pencegahan agar menciptakan keamanan bagi pengguna jalan yang melintasinya. JN 008/007

Minggu, 16 Januari 2011

Rencana pembangunan Monumen Peringatan Kab. Bandung Barat

PARONGPONG,(GM)-
Rencana pembangunan Monumen Peringatan Kab. Bandung Barat hingga kini belum bisa dilakukan. Pembangunan masih menunggu pencairan dana. Monumen tersebut rencananya akan dibangun di antara wilayah Desa Karyawangi dan Desa Sariwangi.
Camat Parongpong, Slamet Nugraha mengatakan, pembangunan monumen masih dalam perencanaan. "Untuk pembangunan monumen itu dananya belum cair, jadi kita masih menunggu," katanya kepada "GM", Selasa (11/1).
Kepastian pembangunan monumen belum bisa ditetapkan. Selain menunggu pencairan dana, saat ini masih dalam tahap perencanaan infrastruktur. "Hanya saja pembangunan monumen itu direncanakan dilakukan di atas tanah dari Desa Sariwangi dan Desa Karyawangi. Tanah yang dibutuhkan untuk berdirinya pembangunan monumen sekitar 6 hektare," ujar Slamet.
Dalam perencanaannya, dua desa tersebut sepakat menyumbangkan tanah untuk pembangunan. Karena setelah dibangun, monumen tersebut nantinya dapat difungsikan sebagai tempat wisata untuk meningkatkan pariwisata di dua desa tersebut.
Sementara menurut Kepala Desa Sariwangi, E. Darmawan, dana yang dibutuhkan untuk pembangunan monumen sebesar Rp 50 miliar. "Dana itu kita ajukan ke DPR RI dan saat ini kita masih menunggu respons dari pusat," katanya.
Baru-baru ini, pihak DPR RI melakukan survei untuk pembangunan monumen peringatan KBB tersebut. Dikatakan, desain monumen tersebut kini sudah ada di Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) KBB.
Darmawan menambahkan, setelah pembangunan terealisasi, pihaknya akan mengusulkan pelebaran jalan yang menjadi akses ke lokasi. Diperkirakan jalan akan menjadi lebih padat oleh warga luar KBB. (adit)** (Sumber : www.klik-galamedia.com).

Berita Lainnya

free counters
free counters